| Program Periklanan Gr | 567 |
| Y A U M U L H A S | 501 |
| Petunjuk Penggunaan L | 484 |
| Sejarah Tauhid. . . | 443 |
| Himpunan ayat-ayat Al | 411 |
| Pembagian Sifat ALLAH | 377 |
| Re: Dasar - Dasar Tha | 341 |
| Pengertian Tauhid. . | 319 |
| TUHAN ? | 313 |
| Thaharah dalam hal Ta | 298 |
Karena seorang manusia bukanlah akumulasi material melainkan suatu "ruh jiwa", lalu siapakah yang menampilkan, atau lebih tepatnya "menciptakan" dan menampilkan, kumpulan persepsi yang disebut "materi" kepada jiwa kita?
Jawaban atas pertanyaan ini sangat jelas : Allah, Yang "meniupkan" ruh-Nya kepada manusia, adalah pencipta segala sesuatu di sekeliling kita. Satu2nya sumber persepsi adalah Allah. Tidak ada yang bukan ciptaan-Nya. Dalam ayat berikut, Allah menceritakan bahwa Dia menciptakan segala sesuatu dan jika tidak, tidak akan ada sesuatu pun.
"Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap, dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun". (QS. Faathir, 35 : 41)
Sebagai hasil dari pengondisian yang terus menerus yang diterima manusia sejak lahir, mereka mungkin tidak bersedia menerima fakta ini. Namun, bagaimanapun mereka menghindari mendengar atau melihatnya, ini adalah sebuah fakta yang jelas. Semua citra yang ditunjukkan kepada manusia adalah ciptaan Allah. Lebih2 lagi, tidak hanya dunia luar tetapi juga semua tindakan yang menurut seseorang ia lakukan terjadi hanya dengan kehendak Allah. Suatu tindakan yang independen dan terpisah dari kehendak Allah adalah tidak mungkin.
Sebagai hasil dari semua ini kita memahami bahwa satu2nya keberadaan yang absolut adalah Allah. Tidak ada sesuatu pun kecuali Dia. Dia meliputi segala sesuatu dilangit, bumi, dan segala sesuatu diantaranya. Allah menyebut di dalam Al Qur'an bahwa Dia ada di mana2 dan bahwa Dia meliputi segala sesuatu :
"Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu". (QS. Fushilaat,41 : 54)
"Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap disitulah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui". (QS. Al Baqarah ,2 : 115)
"Kepunyaan Allah-lah apa yang dilangit dan apa yang dibumi, dan Allah Maha Meliputi segala sesuatu". (QS. An Nisaa', 17 :60)
"Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud, tetapi Allah menghukum kamu disebabkan yang disengaja oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun". (QS. Al Baqarah,2 :255)
Allah meliputi kita dari depan, belakang, kanan, kiri, yakni dari segala arah, Dia Yang menyaksikan kita kapanpun, dimanapun, sepenuhnya mengendalikan di dalam di luar diri kita, dan lebih dekat kepada kita dibandingkan urat leher kita itulah Allah, Yang Maha Kuasa dan satu2nya.